Lima bulan lagi, tepat 3 tahun aku menyukainya. Hal tersebut bermula saat aku meminjam buku miliknya dan setelah itu aku merasa terhubung. Kepribadiannya benar-benar tipeku. Sangat menyenangkan saat melihatnya, mendengarnya, membaca tulisannya. Dan yang paling penting, semenjak aku menyukainya, aku merasa lebih dewasa dan ingin memperbaiki diri.
Namun, serupa tokoh pria utama dalam novel, tentu banyak gadis yang menyukainya. Beberapa temanku, adik tingkatku pun melakukannya. Aku tahu mereka menyukai Aruzumaki-kun, hanya saja mereka tak tahu kalau aku juga merasakan hal yang sama. Itu karena ke-tsunderean-ku. Aku ini sangat baik dalam menyembunyikan perasaan. Tapi firasatku, Aruzumaki-kun tahu kalau aku menyukainya.
Sayangnya ada salah seorang temanku, dia cukup baik dalam membaca wajahku. Dia mengetahui bahwa aku menyukai Aruzumaki-kun. Dia bilang aku seorang penghianat. Dia bilang aku pencuri orang yang dia sukai. Padahal temanku itu tidak terlibat hubungan apapun dengan Aruzumaki-kun. Tapi mengapa dia tega mengatai aku begitu, ya? Aku bingung dan merasa sangat kesal.
Temanku yang lain selalu berusaha mencari perhatian. Dia sangat menjaga citra di hadapan Aruzumaki-kun. Sampai-sampai status di media sosialnya pun mesti meminta pendapat dariku. Katanya: kalau aku membuat status begini, akan kelihatan buruk tidak ya di mata Aruzumaki-kun?
Hah! Kekesalanku bertambah.
Kenapa harus sibuk menjaga citra, sih?! Padahal di mataku, temanku itu sudah sangat baik dan cerdas. Aku saja khawatir dengan kecerdasannya itu akan membuat Aruzumaki-kun menyukainya. Tapi kenapa dia tidak percaya diri???!!
Seringkali otak kecilku tak mengerti dengan urusan orang dewasa yang selalu ingin tampak baik dan sempurna.
Otak kecilku hanya tahu bahwa pemiliknya harus bahagia, dan dia sekuat tenaga mencari caranya.
Tentu saja berpura-pura terlihat baik dan sempurna di depan orang lain bukan salah satunya.
:)