Melihat orang lain dengan segala pencapaiannya, aku merasa sangat tertinggal. Maka aku memutuskan untuk mempersempit pertemanan. Jujur saja, aku minder. Tingkat keminderanku ini sudah berada dalam batas maksimal. Aku tidak tahu bagaimana menguranginya. Aku sungguh merasa kesulitan tapi tak tahu harus berbuat apa.
Di usia hampir 23, temanku... siapa temanku? Apa aku sama sekali tak memilikinya? Di mana mereka? Akankah mereka mengetahuiku yang 'sekarat' ini?
Rasanya, aku ingin punya satu orang saja yang benar-benar mencintaiku, memahamiku, dan akupun akan melakukan hal serupa padanya. Tidak mengapa jika itu satu orang. Aku merasa sangat bersyukur dan terberkati.
Pertemanan tidak cocok untukku. Aku tidak romantis. Kata-kataku cenderung kasar. Aku juga apatis dan tidak mau ikut campur. Dinding privasiku sangat tinggi. Masa laluku sangat gelap dan dalam. Hal-hal itu yang membuat pertemanan terdengar menakutkan.
Aku iri melihat orang-orang yang mempunyai banyak teman. Banyak relasi. Itu sangat berguna untuk masa depan dan karir. Mereka akan melancong bersama. Berfoto bersama. Saling memberi hadiah. Saling menyatakan perasaan sayang satu sama lain. Menginap di rumah satu sama lain. Memberi kejutan ulang tahun.
Ah... Berbicara kejutan ulang tahun... Aku belum pernah mendapatkannya. Dilempar telur, dibaluri terigu, dibuatkan skenario yang berakhir bahagia. Aku belum tahu rasanya. Bukankah itu sangat menyedihkan?
Orang-orang mungkin muak padaku. Aku pun muak dengan diriku sendiri. Tiada yang bisa kubanggakan. Aku terlalu tidak berguna. Mengapa bisa ada manusia seperti aku? Mengurangi jumlah oksigen dan makanan saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar