Sabtu, 15 Juni 2019

Mimpi-mimpiKu

Suatu waktu, ketika aku sedang mandi, aku terpikirkan sesuatu. Bahwa kelak jika aku menikah, aku ingin minta dibelikan barang-barang tertentu. Seperti teleskop, kamera (entah digital, lsr, apapun yang penting kamera), otopet (entah bagaimana tulisannya), sepeda, dan 2 tiket kereta/bulan. Teleskop akan kami gunakan untuk melihat keagungan Allah di luar bumi. Kami akan melihat bintang, bulan, benda-benda langit lain, juga galaksi yang ada. Kemudian, setelah kami puas (jangan terlalu lama berada di tangan kami, takut rusak), kami akan menghibahkannya pada sekolah ataupun agenda-agenda dakwah yang membutuhkan sarana 'rekreasi(???)' gratis. Berharap itu akan jadi amal jariyah kami. Begitupula benda lainnya, seperti kamera, otopet, dan sepeda, setelah puas kami gunakan (jangan terlalu lama berada di tangan kami), kami juga akan menghibahkannya pada yang membutuhkan. Kecuali 2 tiket kereta/bulan, itu tidak kami hibahkan. Sebab akan kami gunakan untuk jalan-jalan dan mentafakkuri bumi. Ah, mungkin tidak mesti tiket kereta, bisa juga tiket bus, kapal laut, pesawat, tergantung bumi mana yg kami pilih untuk ditafakkuri. Aku tidak akan membebani suami kelak. Itu hanya rencanaku. Kalau dia keberatan, tiada yang lebih kutaati kecuali perintahnya. Tapi jikalau dia mengiyakan, akupun membebaskan dia untuk mencicilnya. Sebab aku tahu betul semua benda itu tidak murah. Jika diizinkan pula, aku ingin membantu keuangannya dengan berniaga. Aku menyukai hal-hal imut dan lucu (meskipun tidak cocok denganku), maka aku akan menjual itu.

Siapapun yang membaca ini, tolong aamiinkan ya.. Arigatou...

Sabtu, 08 Juni 2019

Ingin Mahir Baca Puisi

Beberapa waktu lalu, aku menonton rekam jejak perpuisian Rendra di sebuah acara stasiun tv swasta yang diposting ke youtube. Aku langsung terhenyak. Dan betapa selama ini aku merasa sangat sia-sia terhadap puisi-puisi. Mereka kubiarkan begitu saja, tidak didistribusikan (??). Padahal, dahulu Rendra berpuisi untuk melawan. Kemudian aku menghubungi 3 temanku yang kulihat punya potensi membaca puisi. Mereka menyetujui ajakanku. Akupun membuat grup untuk kami berempat. Tapi kulihat ketika di grup mereka tidak bersemangat. Padahal di awal mereka suka rela melakukannya. Aku merasa rendah diri. Aku tahu siapa mereka dan bagaimana kapasitasnya. Dan aku bukan siapa-siapa. Tidak pernah punya andil apa-apa. Di pikiranku, banyak sekali pikiran buruk terhadap mereka. Mungkin saja mereka sebenarnya malas dengan ajakanku, sekadar untuk berbaik hati.

Kalau aku bisa baca puisi sendiri, rasanya aku pun tidak mau merepotkan mereka. Sedih :'(

Jumat, 07 Juni 2019

Dia yang Memulai Dia yang Menghilang

Sebenernya pengen ngiklashin. Tapi kalau liat kelakuannya tuh dongkol. Astaghfirullah.. Padahal kasarnya mah dia yg ada salah. Padahal dia orang ngerti lho, tapi kok gitu banget ya. Urusannya mungkin gak seberapa, tapi sakit hatinya itu masih kerasa. Ya Allah.. Hamba yakin pembalasanmu jauh lebih pedih.

Rabu, 05 Juni 2019

Bukan Orang Terkenal

Taqobballahu minna wa minkum..

Padahal hari ini hari raya Idul Fitri, tapi udah mau cuap-cuap aja.

Habis aku kesel. Sama beberapa grup yang isinya orang-orang famous. Yang kemunculan lelakinya selalu dinanti. Yang cewek buriq macem aku, selalu gak dianggep

Kesel gak sih? Walaupun gak secara gamblang bilang begitu, tapi perilaku (?) mereka bilang begitu (?). Kalau grup lagi rame, isinya orang-orang penting dan tenar dan berwawasan dan memiliki sumbangsih yang luar biasa, terus aku muncul, udah deh kelar. Langsung sepi kek kuburan. Seolah-olah aku ini gak berhak dijawab ucapannya kalau ngomong di grup. Sekali dua kali ma gak papa. Aku juga tau diri. Tapi lama-lama kesel. Marah lho saia.

Se-nggak-kompetennya gue, gue juga manusia punya hati. Sombong amat dah lu pada. Di dunia udah pinter banget mengotak-kotakan manusia. Allah aja gak gitu. Cuma taqwa yang dilihat.

Hal itu sih salah satu alesan kenapa lingkup pertemanan gua sempit dan itu-itu aja. Bodo amat lah. Temenan sama orang tenar juga gak ngehasilin apa-apa. Yang ada gua minder. Kayaknya emang gua gak cocok ikut organisasi. Udah diem aja di rumah, punya dunia sendiri.

Bye maksimal!!!!